Dua Guru SMP Negeri 2 Kota Bima Ikuti FGD UM Bima, Dorong Penguatan Kurikulum Berkelanjutan dan Karakter Siswa
KOTA BIMA, NTB — Upaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui kolaborasi antara satuan pendidikan dan perguruan tinggi terus dilakukan. Dua guru SMP Negeri 2 Kota Bima mengikuti Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Bima (UM Bima), Rabu, 12 Agustus 2026.
Kedua guru tersebut adalah Widya Astuti, S.Pd., guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Mariamah, S.Ag., guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Keduanya terlibat dalam FGD sebagai bagian dari kegiatan pengumpulan data penelitian kolaboratif yang dilaksanakan oleh dosen UM Bima sejak Mei hingga Juni 2026 di sejumlah sekolah.
Kegiatan berlangsung pukul 09.00–12.00 WITA di Lantai 2 Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Bima, Jalan Karantina, Kota Bima.
FGD mengangkat tema “Pengembangan Model Kurikulum Berkelanjutan Berbasis Ekospiritualitas dan Moderasi Beragama untuk Penguatan Kompetensi Etis-Ekologis Siswa.”
Tema tersebut menyoroti pentingnya pengembangan kurikulum yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memberikan perhatian terhadap pembentukan karakter, kepedulian lingkungan, nilai spiritual, serta kemampuan peserta didik dalam membangun sikap moderat dan toleran.
Memperkuat Kolaborasi Sekolah dan Perguruan Tinggi
Keterlibatan guru SMP Negeri 2 Kota Bima dalam forum akademik tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antara praktik pendidikan di sekolah dan pengembangan ilmu pengetahuan di perguruan tinggi.
Guru sebagai praktisi pendidikan memiliki pengalaman langsung dalam memahami karakter, kebutuhan, potensi, dan berbagai tantangan yang dihadapi peserta didik. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif yang relevan dalam proses pengembangan model kurikulum yang kontekstual dan berkelanjutan.
Sementara itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi memberikan ruang bagi sekolah untuk memperoleh wawasan baru berbasis penelitian sekaligus berkontribusi dalam pengembangan inovasi pendidikan.
Mendorong Pendidikan Berkarakter dan Berwawasan Lingkungan
Konsep ekospiritualitas dan moderasi beragama yang menjadi fokus FGD memiliki relevansi dengan tantangan pendidikan di era saat ini.
Peserta didik tidak hanya membutuhkan kompetensi akademik, tetapi juga perlu dibekali kemampuan untuk menjaga lingkungan, menghargai keberagaman, membangun sikap toleran, serta mengambil keputusan berdasarkan nilai-nilai etis dan bertanggung jawab.
Integrasi nilai-nilai tersebut dalam pengembangan kurikulum diharapkan dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kepedulian sosial, kesadaran ekologis, dan kematangan spiritual.
Bagi SMP Negeri 2 Kota Bima, keterlibatan dalam FGD UM Bima menjadi bagian dari komitmen sekolah untuk terus membuka ruang kolaborasi, inovasi, dan pengembangan profesional guru dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik.
Kegiatan tersebut juga memperlihatkan bahwa sekolah bukan sekadar tempat berlangsungnya proses pembelajaran, tetapi dapat menjadi mitra strategis perguruan tinggi dalam penelitian dan pengembangan pendidikan.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, SMP Negeri 2 Kota Bima terus berupaya menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman—pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membangun karakter, kepedulian terhadap lingkungan, sikap moderat, serta tanggung jawab sosial peserta didik.
SMP Negeri 2 Kota Bima — terus bergerak, berkolaborasi, dan berinovasi untuk pendidikan yang berkarakter, berwawasan lingkungan, moderat, dan berkelanjutan.